Memangnya Kenapa Kalau Remaja Merokok

Sumber: Indonesia Student edisi 60
Sumber gambar: Kompas.com
Ditulis ulang oleh: Bedjos

Pertanyaan tersebut dengan berbagai versi cara bertanya kerap dilontarkan oleh para remaja yang baru atau bahkan yang sudah sering merokok.

Para remaja sudah merasa berhak merokok di usia belasan tahun dan kenyataannya, memang remaja berusia 15 – 19 tahun sudah menjadi sasaran utama pemasaran berbagai macap produk rokok saat ini.

“Remaja usia ini pasti yang dicari karena produknya, kan, adiktif. Mereka berpotensi akan jadi pelanggan tetap untuk masa depan.” Tutur Ketua Komnas Pengendalian Tembakau Farid Anfasa Moeloek, Rabu (17/2/2010)

Pendekatannya macam-macam, mulai dari iklan hingga pemberian sponsor untuk kegiatan sekolah, seperti music, seni dan olahraga yang dekat dengan kehidupan gaul remaja.

Masuk akal, lanjut Moeloek, karena pada usia ini para remaja masih dalam proses pencarian jati diri, dimana emosinya labil dan belum dapat mengambil keputusan dengan matang. Oleh karena itu, focus penekanan konsumsi rokok harus diarahkan pada para remaja. Selain itu, perilaku merokok pada remaja juga berkontribusi signifikan terhadap tumbuhnya berbagai penyakit social, misalnya menyebabkan munculnya the lost generation, kemiskinan dan kebodohan, penyakit mematikan HIV/AIDS, penggunaan narkotika, kekerasan fisik dan seksual semua bersumber dari perilaku merokok. Ini kemudian mengarah pada kehancuran ekonomi keluarga dan hilangnya generasi bangsa yang berkualitas.

Dengan demikian, Farid memandang perlunya peraturan khusus dari pemerintah untuk menggunakan tembakau yang sama dengan aturan terhadap zat adiktif lainnya. “ Ingat, the lost generation gerbangnya adalah rokok, “ tegas mantan Mentri Kesehatan ini. Selain itu, sosialisasi berbagai penelitian yang membuktikan bahwa rokok mengandung tar dan nikotin yang dikenal sebagai zat adiktif serta dampak negative terhadap kesehatan harus terus disuarakan, terutama kepada para remaja yang hidup di kelas ekonomi bawah.

3 Komentar

  1. Fernandita said,

    10 Mei 2010 pada 01:55

    mendingan sih ga usah ada rokok aja di dunia, bikin polusi aja pak. hehe.kalo ngerokok mending asepnya di telen ajaa 😀

    • bedjos said,

      16 Mei 2010 pada 15:35

      betul.. betul.. betulll…

  2. linthe said,

    30 April 2012 pada 04:40

    betul pa,apalagi kebanyakan remaja laki laki


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: